Rabu, 19 Juli 2017

5 distro linux paling populer versi distrowatch

distro linux memang sangat beragam dan membuat kita bebas memilih distro yang kita sukai. dari berbagai distro tersebut menyediakan DE dan bundling aplikasi khas masing-masing. karena begitu banyaknya pilihan mungkin terkadang membuat kita bingung harus memilih yang mana. baik berikut adalah referensi pilihan distro linux paling populer versi distrowatch untuk anda:

1. Linux Mint


sampai saat ini linux mint masih menjadi yang paling populer di distrowatch. linux mint sudah menempati urutan teratas distrowatch semenjak 2 tahun terakhir. hal ini dikarenakan kemudahan dalam pengoperasianya dan sangat cocok bagi pengguna yang baru bermigrasi dari windows karena pengoperasian dan tampilanya relatif sama. linux mint adalah distro yang dikembangkan dari ubuntu dengan DE cinnamon andalanya yang terkenal mudah dipahami.

2. Debian

Debian adalah sistem operasi berbasis open source yang di kembangkan secara terbuka oleh banyak programmer sukarelawan yang ingin mengembangkan Linux Debian. Sistem operasi debian adalah gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU (General Public License), dan utamanya menggunakan kernel linux, sehingga lebih suka di sebuat dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi ini yang mengunakan kernel linux yang merupakan salah satu distro linux yang populer dengan kesetabilannya. Rata-rata distro turunan dari debian adalah yang paling banyak digunakan di dunia, contoh  seperti : Ubuntu, Linux Mint, dan Backtrack.
Debian terkenal dengan sikap tegas pada filosofi dari Unix dan perangkat lunak bebas. Debian dapat digunakan pada beragam perangkat keras, mulai dari komputer jinjing dan desktop hingga telepon dan server. Debian fokus pada kestabilan dan keamanan. Debian banyak digunakan sebagai basis dari banyak distribusi GNU/Linux lainnya.

3. Manjaro

adalah sebuah sistem operasi linux yang dikembangkan dari arch linux. arch memiliki filosofi simple dan ringan sehingga tentu turunannya manjaro juga sangat ringan dan simple namun manjaro memiliki berbagai kelebihan yang tak dimiliki arch linux. diantaranya adalah lebih mudah dioperasikan dan memiliki tampilan gui pada live cd installer nya. oh iya arch linux ini update secara rolling release sehingga kita tak perlu install ulang lagi apabila ada os versi baru. cukup ketikan perintah

pacman -Syu

maka os kita akan menjadi yang terbaru

4. Ubuntu

untuk distro yang satu ini mungkin sudah banyak dari sobat yang tahu. karena banyak pecinta linux di indonesia. bahkan os yang berjuluk os sejuta umat ini digadang-gadang sebagain pelopor linux di indonesia. meski menempati urutan ke 4 di distrowatch namun kepopuleranya di indonesia tetap nomor satu. hal ini tentu memudahkan penguna di indonesia karena banyak tutorial di internet yang membahas ubuntu.

5. OpenSuse

OpenSUSE adalah distro Linux versi komunitas yang didukung dan disponsori oleh Novell. OpenSUSE merupakan distro Linux open source dan gratis yang menjadi dasar pengembangan bagi distro Linux komersil yang disediakan oleh Novell, SUSE Linux Enterprise Server (SLES) dan SUSE Linux Enterprise Desktop (SLED).

Salah satu keunggulan utama dari OpenSUSE dibandingkan distro Linux lainnya adalah kelengkapan pustaka dan berlimpahnya software yang disertakan. Bersama Red Hat, SUSE adalah distro Linux versi awal yang terus bertahan dan berkembang hingga sekarang.

Banyak orang yang takut menggunakan OpenSUSE karena bias pada lisensi yang digunakan. OpenSUSE adalah distro Linux yang free dan open source. OpenSUSE dapat digunakan secara bebas dan tanpa biaya. Jika suatu perusahaan atau lembaga menginginkan varian distro berbasis SUSE yang disertai dukungan support, tersedia SLES dan SLED. Feature yang sudah stabil dan sudah teruji pada OpenSUSE merupakan dasar dari software yang disertakan pada SLES dan SLED.

Apakah ada beda antara SLED, SLES dan OpenSUSE yang merupakan versi komunitas ? Selain dari sisi support dan sedikit perbedaan penampilan, hampir tidak ada perbedaan mendasar antara versi komunitas dengan versi komersil. Kita dapat tetap menggunakan OpenSUSE secara penuh tanpa khawatir adanya pengurangan kualitas dan kelengkapan.

Jika menginginkan distro Linux yang stabil, mudah dalam melakukan deteksi perangkat keras, mudah dikelola dan didukung penuh oleh komunitas pengembang di seluruh dunia serta memiliki dukungan sponsor dari perusahaan besar, cobalah OpenSUSE.

Load disqus comments

0 komentar